Header Ads

ad728
  • BERITA TERKINI

    Munas X LDII Tetapkan Dody Taufiq Wijaya sebagai Ketua Umum 2026-2031


     Jakarta (10/4). Rapat paripurna Musyawarah Nasional (Munas) X LDII memutuskan secara aklamasi mengangkat Dody Taufiq Wijaya pada Kamis (9/4/2026). Ia menggantikan KH Chriswanto Santoso sebagai Ketua Umum DPP LDII, yang sebelumnya tak ingin dicalonkan lagi karena alasan kesehatan.

    Dody mengungkapkan, langkah awal kepengurusan baru adalah konsolidasi internal DPP. Hal ini untuk memastikan di masa transisi keberlanjutan dan kesinambungan karya dan kontribusi LDII tetap berjalan demi kemaslahatan umat, “Seperti pesan Bapak KH Chriswanto untuk terus beramal saleh di masa transisi sebelum kepengurusan definitif terbentuk,” ujarnya.

    Langkah selanjutnya, memastikan gerbong organisasi di daerah berjalan sinkron, sejalan dan searah mulai dari DPW, DPD, PC hingga PAC. Sehingga karya dan kontribusi LDII betul-betul bisa terasa hingga akar rumput. “Harapannya, LDII dengan karakter luhurnya bisa diterima dengan tulus oleh masyarakat di segala lapisan,” ungkapnya.

    Dody mendorong pengurus organisasi melanjutkan dan memperkuat komunikasi intens dengan para pemangku kepentingan. Setiap program dan rencana kerja LDII sedapat mungkin dikerjasamakan dengan instansi pemerintah terkait, “Jika program tersebut sifatnya mendukung kelancaran program pemerintah pusat dan daerah,” katanya.

    Selain itu, silakan melakukan kerja bareng dengan sesama ormas atau organisasi lain yang terkait dengan bidang atau area program kerja tertentu. Serta dengan pihak-pihak lain yang saling mendukung untuk memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Dody menekankan, organisasi ini merupakan tanggung jawab dan amanah yang besar dan berat.

    “Mari kita bersama-sama bekerja sama, bahu-membahu dalam mengeksekusi dan mengejawantahkan itu semua,” ajaknya.

    Ketua Umum DPP LDII masa bakti 2020-2025 KH Chriswanto Santoso pada penutupan Munas X LDII. Foto: LINES.

    Dody mengucapkan terima kasih untuk Ketua Umum DPP LDII periode 2021-2026, KH Chriswanto Santoso beserta semua jajaran. Ia mengatakan, dedikasi dan komitmennya terhadap LDII demikian banyak bahkan jejaknya bisa kita saksikan dan kita rasakan, “Juga terima kasih atas arahan dan bimbingan beliau selama ini. Leaders don’t create followers, they create more leaders, itulah yang dilakukan oleh Pak Chris terhadap kami,” ungkapnya.

    Sebagai penutup, Dody menegaskan akan berupaya semaksimal mungkin untuk membawa LDII ke puncak performa LDII.

    Dukungan dari Wamenhaj

    Sebelum pengukuhan kepengurusan, Munas X LDII menghadirkan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak untuk memberikan pembekalan. Ia menegaskan bahwa LDII merupakan organisasi yang rapi, bersih, dan kompak.

    Dalam pandangan Dahnil, watak organisasi LDII dan jamaahnya yang bersih dan tertib mencerminkan karakter “asri” yang menjadi kekuatan organisasi di tengah masyarakat. Nilai ini menurutnya menjadi kekuatan spiritual yang selaras dengan nilai-nilai Islam dan agenda kebangsaan. “LDII itu dikenal selalu rapi, bersih, dan kompak. Watak ini bisa disinergikan dengan agenda besar pemerintah, seperti program Indonesia Bersih dan Indonesia Indah,” ujarnya.

    Dahnil menekankan pentingnya peran LDII dalam sektor perhajian. Ia menyoroti disiplin dan jumlah jamaah LDII yang signifikan.

    Menurutnya, dukungan LDII dalam hal ini akan memperkuat efektivitas program haji, selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin mendorong pelaksanaan ibadah yang lebih tertib dan bermartabat, “Jamaah LDII yang tertib dan disiplin bisa menjadi contoh praktik ibadah haji yang selaras dengan nilai perdamaian, persaudaraan, dan keberlanjutan lingkungan,” tambah Dahnil.

    Wakil Menteri Haji RI Dahnil Anzar Simanjuntak menghadiri Munas X LDII. Foto: LINES.

    Terkait tema geopolitik yang diangkat pada Munas X, Dahnil berharap momentum haji yang diikuti oleh Umat Muslim se-dunia bisa menjadi simbol perdamaian bagi komunitas yang tengah berkonflik.

    Momen ini, menurutnya, sekaligus bisa mempromosikan Islam khas Indonesia yang dianut LDII—ramah, toleran, dan berakar pada Pancasila, “LDII lahir dari rahim Ibu Pertiwi, rahim Pancasila. Watak keislaman yang khas Indonesia ini bisa menjadi kekuatan soft power dalam menyebarkan pesan Islam perdamaian ke seluruh dunia,” ujar Dahnil.

    Tidak ada komentar