LDII Jelaskan Makna Ikhlas Berkurban dan Berbagi
Jakarta (28/5). Suasana Hari Idul Adha di gedung DPP LDII, Patal Senayan, Jakarta Selatan, sudah riuh sejak pagi. Suara sapi yang melenguh dan kambing yang mengembik, bercampur dengan aroma rumput dan hewan kurban.
Pelaksanaan penyembelihan kurban sapi dan kambing di DPP LDII tak lama usai salat Idul Adha. Sejak pagi, warga majelis taklim Baitul Ma’wa, PAC LDII Senayan, yang juga menjadi panitia kurban di area itu, bergotong royong mengelola daging kurban.
Setiap tahunnya di momen Idul Adha, jamaah majelis taklim Baitul Ma’wa, yang mengelola gedung DPP LDII, dan warga sekitar bekerja sama menangani daging kurban mulai dari penyembelihan, penyayatan kulit, pencacahan daging, hingga membaginya ke dalam wadah kemasan ramah lingkungan.
Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya yang dijumpai pascasembelih pada Rabu (27/5) mengatakan, LDII memaknai berkurban dengan persaudaraan dan berbagi. “Selain meningkatkan ketakwaan, juga mengajak berbagi dan meningkatkan persaudaraan kepada sesama,” ujarnya.
Gotong royong warga itu, bahkan dimulai sejak sebelum hari raya. Warga LDII sebelumnya mengikuti sosialisasi dan pelatihan penyembelihan halal bekerjasama dengan Juru Sembelih Halal Indonesia dan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, Pertanian (KPKP), demi menghasilkan prosesi kurban yang halal dan berwawasan lingkungan. Sosialisasi itu menyasar berbagai unsur warga, termasuk pengurus masjid, majelis taklim, hingga perangkat desa.
Tahun ini, LDII mengangkat tema berkurban dengan slogan: ‘Ikhlas Berkurban, Ikhlas Berbagi’, harapannya ibadah kurban yang dimulai sejak puasa Arafah, salat Idul Adha, hingga menyembelih kurban, dapat meningkatkan rasa kepedulian sosial terhadap sesama.
“Kami bersama-sama menyembelih daging kurban, mengemasnya, lalu membagikan daging kurban kepada yang berhak menerima atau meminta,” ujarnya.
Ia pun mengimbau kepada DPW, DPD, hingga PC dan PAC LDII, untuk menggunakan plastik atau kemasan yang bisa didaur ulang seperti plastik biodegradable atau besek kayu ramah lingkungan. Selain itu kurban juga perlu memperhatikan faktor kebersihan seperti pembersihan darah sembelihan, pembersihan jeroan hewan, hingga lingkungan sekitar.
Selain itu, Hari Raya Idul Adha, kata Dody, turut menggerakkan perputaran ekonomi, bahkan pemenuhan gizi masyarakat. “Misalnya yang jarang terpenuhi gizi proteinnya, bisa terdampak. Makanya kurban itu dampaknya luas mulai dari ekonomi hingga ketahanan pangan,” kata dia.
Tidak ada komentar